Melepasmu pergi tetap tidak mudah
Walaupun jauh2 hari sudah kupersiapkan
Kamu...duniaku...
Dihari yang sama saat kamu kulahirkan..akupun terlahir kembali.. sebagai ibu..
Berkali gagal menjalankan peran kita...
berkali kita saling mengecewakan..
Semua akan berawal kembali setelah kita menangis berpelukan..
Aku ibu yang keras..aku pun ibu yang baik kurasa..tapi aku juga ibu yang entahlah..
Aku menemanimu seperti sahabat..kita berbagi selayaknya dua teman baik..
Aku keras padamu bagaikan komandan pada pasukannya...
Marahku melebihi orang asing dari antah berantah...
Aku pernah mengabaikanmu demi hal yang kusebut dedikasi..
Sebelum semua terlambat Dia menghukumku..dan membuka mataku bahwa kamulah hal yang terpenting dan paling pantas mendapatkan dedikasi itu..
Aku pulang disaat yang tepat.. kita memulai dari awal walaupun sedikit terlambat..
Memasak untukmu...makan bersamamu...tertawa bersamamu..bercerita banyak hal...
Lalu cita citamu berubah..
Astronot penemu ilmuwan akhirnya bagaikan dunia khayal..
Kamu bilang ingin menjadi guru agama..
Cita cita realistis, cita2 kebanyakan orang, cita2 yang umum dan tidak unik..
Tapi aku melihatmu berubah... Tubuhmu, hatimu, pikiranmu, pelan dan sedikit demi sedikit membangunkan pondasi itu...
Untuk mewujudkan cita2mu kurasa kita harus menempuh jalan yang berbeda...Jalan ini akan terlalu lama dan memutar...bahkan bisa jadi kamu berbelok..
Ada jalan yang lebih cepat untuk memastikanmu menggapai mimpi itu..
Tapi jalan itu terjal, sulit dan harus kamu tempuh sendiri...
Kamu..setangguh aku...
serpihan jiwaku..
itulah kenapa aku yakin melepasmu dan percaya kamu mampu melaluinya..
Kita akan bertemu di keadaan yang berbeda..doaku bersamamu..
-rangkuman hari2 awal kepergianmu ke pondok-
Serasa patah hilang sebelah sayapku..
aku rela...aku ikhlas...tapi aku ibu..
sejuta kata penghibur tidak akan mampu menguatkanku...
sang waktu..aku dan kamu.. kita akan melewati ini semua..
Aku menyayangimu...berbahagialah..sehat selalu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar